Postingan

ISYARAT ALAM

Gambar
  Percaya atau tidak, kita memang harus belajar dari alam. Bak pepatah adat minang“ alam takambang jadi guru “. Alam selalu  memainkan perannya.  Hujan ; yang seringkali disesali, disumpah serapahi, bahkan di caci maki karena telah mengacaukan banyak agenda. Padahal, hujan adalah kehidupan. Ia datang sebagai rahmat, menurunkan jutaan nikmat. Ia adalah jutaan kenang yang jatuh membasahi setiap ingatan. Bunga-bunga ; yang kita belajar darinya tentang makna. Belajar dari bunga mawar tentang definisi keindahan. Belajar dari bunga melati perihal kesucian. Belajar dari bunga matahari menjadi sosok yang penuh keceriaan. Dan belajar dari bunga edelweis tentang sebuah makna keabadian. Belajar menjadi sesempurnanya jati diri. Mari membaca isyarat dan pesan dari alam. Untuk menata diri agar lebih baik. Agar tak akan ada lagi nikmat-Nya yang bisa kita dustakan.    

Something to be expected.

Gambar
Sering terlewatkan bagi sebagian manusia; satu-satunya makhluk bumi yang berakal, dan salah satu dari yang bernafsu. Masing-masing punya tujuan hidup, yang katanya harus tercapai, harus sesuai dengan do'a yang dipanjatkan. Jika tidak, stempel kegagalan segera melekat padanya. Pada kesempatan itu, s ebagian memutuskan untuk menyerah, s ebagian lain merasa bahwa Tuhan tidak adil. Hanya beberapa yang memutuskan tetap tabah; percaya bahwa setiap nafas yang dihirup adalah anugrah paling besar. Semua akan dipertanggungjawabkan di alam perhitungan. Mereka percaya bahwa kebaikan paling kecilpun akan dihitung dengan perhitungan paling adil. Mereka hidup dengan tenang, tanpa ada tanya "Kenapa dan Mengapa" aku hidup seperti ini. Sebab disibukan  pada "Apa dan Bagaimana" melakukan yang terbaik. Sehingga mereka termasuk golongan orang-orang yang tidak pernah rugi, apalagi merugikan. Their presence is something to expect. They always had a good life.  

HILANG

Gambar
Kupikir, Mendukungmu meraih cita adalah langkah awal menjadikan kita lebih berdaya. Kubuang jauh segala kemungkinan buruk; yang pernah tergesa-gesa hinggap dalam bayangan. Suatu ketika, kita hilang; dalam kesibukan masing-masing. Aku yang merasa diabaikan, mulai menguji; m engacuhkan segala hal dan hari-hari pentingmu. Kau yang merasa dijauhkan, memilih diam; tak bicara sepatah katapun. Waktu berlalu tanpa suara Kau yang dingin; membekukanku Aku yang membara; membakarmu Pada akhirnya ki ta  terkubur;  dalam kerumunan luka masing-masing.

DESEMBER

Gambar
DESEMBER mulai merapikan kenangan. Mengumpulkan serpihan - serpihan yang mesti dikemas dengan segera. Menyapu setiap daun gugur yang jatuh dari ranting-ranting pohon menuju seminya kembali.  Ia adalah pemandangan terindah perihal ketabahan yang mencipta warna-warni keindahan. Filosofi tentang kisah yang tertinggal dalam aksara; yang abadi dimasanya. Hujan tersenyum dalam rintiknya yang kian deras. Pada kelabunya desember, dedaunan enggan meranggas. Aroma kesejukkan menyulam cerita hidup yang tercecer. Menyatukan jutaan memori yang silih berganti hadir. Memeluk rindu yang samar dalam kerumunan angan. Satu persatu rintiknya bertemu dan terciptalah genangan. Riuhnya gemuruh menyamarkan derainya; yang sengaja kuhaturkan salam. Jejaknya membekas pada jalanan; lembab. Hatinya tertambat pada sang cadas yang rapuh.

HUJAN PERTAMA

Gambar
freeimages.com/Pawel Kornacki Aku menjadikanmu hujan yang pertama; menggenang. Setelah ribuan rintik hujan lain berjatuhan di perkarangan mimpiku. Aku menelisik suaramu yang diam-diam berbisik; t entang kerasnya perjuangan hidup masa mudamu. Aku menghitung jejak langkahmu; yang terapung. Asamu yang jauh, tak mampu kugapai. Kau hidup dalam kesunyian; menjauhi segala  hingar-bingar. Waktu memaksamu me ngayuh mimpi hingga sampai. Kau tersenyum; menyembunyikan jutaan peluh dalam rintikmu yang kian deras. Disela gemuruh deraian air matamu jatuh; tanpa suara. Kau jatuh lalu berbenturan; pada tanah, atap rumah dan bebatuan. Namun keyakinanmu pada-Nya, melebur segala keraguan. Kau bertamu ke seluruh penjuru rasa asing. Lalu berpamitan pada seluruh pintu-pintu keakraban. Kau menutup, aku tertutup. Dan kita sama-sama melewatkan.

KEMUNGKINAN YANG TIDAK MUNGKIN

Gambar
Sebagian dari kita akan dipertemukan dengan seseorang; yang menjelma sebagai  bagian penting dari perjalanan hidup. Sebuah  lengkung senyum yang khas; bukan yang terindah, namun tak akan tergantikan. Tanpa alasan, tanpa penjelasan. Dia masuk lewat pintu pertahanan yang telah kita bangun; m elalui celah paling rahasia yang telah kita kubur dalam-dalam. Mendekap dengan cara paling syahdu. Menawarkan secangkir kebahagiaan layaknya secangkir kopi yang tidak pernah lupa diseduh. Hadirnya serupa rangkaian tanya tanpa jawab; bagai isyarat alam yang menyajikan retorika nyata. Pada pertemuan sunyi yang jauh dari kata damai; dia selalu datang dengan keberanian. Kita terkoneksi jaringan tanpa menara. Mengikat sebagian diri, dan melepaskan sebagian lain. Mencoba membangun penerimaan sembari menyiapkan perpisahan. Mengganti yang hilang, d engan kehilangan yang lebih gersang. Kita adalah kemungkinan; yang tidak mungkin.

BAHAGIA

Gambar
Kita selalu berpikir bahwa hidup hanya jalan menuju kebahagiaan. Lalu kita melakukan segala cara untuk sampai pada suatu titik; yang kita sangka adalah akhir dari segalanya. Kita terperdaya dengan bahagia yang hanya ada diujung sana. Entah di belahan bumi mana, atau pada detik keberapa; kita benar-benar merasa bahagia? Lalu, kita habiskan waktu dengan mengutuki hari-hari penuh luka. Padahal, saat kita diberi kesempatan membuka mata, itulah sebenarnya kesempatan berbahagia. Kita bisa ciptakan momen-momen bahagia itu sambil terus menjalani hidup; tanpa harus menunggu suatu saat nanti. Kita hiasi segalanya dengan harapan dan senyum terbaik. Izinkan bahagia datang mengisi setiap lembaran hidup kita; hari ke hari, waktu ke waktu. Jadikan segala kepedihan itu sosok tamu yang berkunjung, bukan tuan rumah yang agung. Kita akan terus hidup, sampai akhir usia;  bukan hanya sampai kita berbahagia. Maka,  Berbahagialah kita,..