DESEMBER
DESEMBER mulai merapikan kenangan.
Mengumpulkan serpihan - serpihan yang mesti dikemas dengan segera.
Menyapu setiap daun gugur yang jatuh dari ranting-ranting pohon menuju seminya kembali.
Ia adalah pemandangan terindah perihal ketabahan yang mencipta warna-warni keindahan.
Filosofi tentang kisah yang tertinggal dalam aksara; yang abadi dimasanya.
Hujan tersenyum dalam rintiknya yang kian deras.
Pada kelabunya desember, dedaunan enggan meranggas.
Aroma kesejukkan menyulam cerita hidup yang tercecer.
Menyatukan jutaan memori yang silih berganti hadir.
Memeluk rindu yang samar dalam kerumunan angan.
Satu persatu rintiknya bertemu dan terciptalah genangan.
Riuhnya gemuruh menyamarkan derainya; yang sengaja kuhaturkan salam.
Jejaknya membekas pada jalanan; lembab.
Hatinya tertambat pada sang cadas yang rapuh.
Komentar
Posting Komentar