HUJAN PERTAMA


freeimages.com/Pawel Kornacki

Aku menjadikanmu hujan yang pertama; menggenang.
Setelah ribuan rintik hujan lain berjatuhan di perkarangan mimpiku.
Aku menelisik suaramu yang diam-diam berbisik; tentang kerasnya perjuangan hidup masa mudamu.

Aku menghitung jejak langkahmu; yang terapung.
Asamu yang jauh, tak mampu kugapai.
Kau hidup dalam kesunyian; menjauhi segala hingar-bingar.

Waktu memaksamu mengayuh mimpi hingga sampai.
Kau tersenyum; menyembunyikan jutaan peluh dalam rintikmu yang kian deras.
Disela gemuruh deraian air matamu jatuh; tanpa suara.
Kau jatuh lalu berbenturan; pada tanah, atap rumah dan bebatuan.
Namun keyakinanmu pada-Nya, melebur segala keraguan.

Kau bertamu ke seluruh penjuru rasa asing.
Lalu berpamitan pada seluruh pintu-pintu keakraban.
Kau menutup, aku tertutup.
Dan kita sama-sama melewatkan.








Komentar