Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

HILANG

Gambar
Kupikir, Mendukungmu meraih cita adalah langkah awal menjadikan kita lebih berdaya. Kubuang jauh segala kemungkinan buruk; yang pernah tergesa-gesa hinggap dalam bayangan. Suatu ketika, kita hilang; dalam kesibukan masing-masing. Aku yang merasa diabaikan, mulai menguji; m engacuhkan segala hal dan hari-hari pentingmu. Kau yang merasa dijauhkan, memilih diam; tak bicara sepatah katapun. Waktu berlalu tanpa suara Kau yang dingin; membekukanku Aku yang membara; membakarmu Pada akhirnya ki ta  terkubur;  dalam kerumunan luka masing-masing.

DESEMBER

Gambar
DESEMBER mulai merapikan kenangan. Mengumpulkan serpihan - serpihan yang mesti dikemas dengan segera. Menyapu setiap daun gugur yang jatuh dari ranting-ranting pohon menuju seminya kembali.  Ia adalah pemandangan terindah perihal ketabahan yang mencipta warna-warni keindahan. Filosofi tentang kisah yang tertinggal dalam aksara; yang abadi dimasanya. Hujan tersenyum dalam rintiknya yang kian deras. Pada kelabunya desember, dedaunan enggan meranggas. Aroma kesejukkan menyulam cerita hidup yang tercecer. Menyatukan jutaan memori yang silih berganti hadir. Memeluk rindu yang samar dalam kerumunan angan. Satu persatu rintiknya bertemu dan terciptalah genangan. Riuhnya gemuruh menyamarkan derainya; yang sengaja kuhaturkan salam. Jejaknya membekas pada jalanan; lembab. Hatinya tertambat pada sang cadas yang rapuh.

HUJAN PERTAMA

Gambar
freeimages.com/Pawel Kornacki Aku menjadikanmu hujan yang pertama; menggenang. Setelah ribuan rintik hujan lain berjatuhan di perkarangan mimpiku. Aku menelisik suaramu yang diam-diam berbisik; t entang kerasnya perjuangan hidup masa mudamu. Aku menghitung jejak langkahmu; yang terapung. Asamu yang jauh, tak mampu kugapai. Kau hidup dalam kesunyian; menjauhi segala  hingar-bingar. Waktu memaksamu me ngayuh mimpi hingga sampai. Kau tersenyum; menyembunyikan jutaan peluh dalam rintikmu yang kian deras. Disela gemuruh deraian air matamu jatuh; tanpa suara. Kau jatuh lalu berbenturan; pada tanah, atap rumah dan bebatuan. Namun keyakinanmu pada-Nya, melebur segala keraguan. Kau bertamu ke seluruh penjuru rasa asing. Lalu berpamitan pada seluruh pintu-pintu keakraban. Kau menutup, aku tertutup. Dan kita sama-sama melewatkan.