Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

KEMUNGKINAN YANG TIDAK MUNGKIN

Gambar
Sebagian dari kita akan dipertemukan dengan seseorang; yang menjelma sebagai  bagian penting dari perjalanan hidup. Sebuah  lengkung senyum yang khas; bukan yang terindah, namun tak akan tergantikan. Tanpa alasan, tanpa penjelasan. Dia masuk lewat pintu pertahanan yang telah kita bangun; m elalui celah paling rahasia yang telah kita kubur dalam-dalam. Mendekap dengan cara paling syahdu. Menawarkan secangkir kebahagiaan layaknya secangkir kopi yang tidak pernah lupa diseduh. Hadirnya serupa rangkaian tanya tanpa jawab; bagai isyarat alam yang menyajikan retorika nyata. Pada pertemuan sunyi yang jauh dari kata damai; dia selalu datang dengan keberanian. Kita terkoneksi jaringan tanpa menara. Mengikat sebagian diri, dan melepaskan sebagian lain. Mencoba membangun penerimaan sembari menyiapkan perpisahan. Mengganti yang hilang, d engan kehilangan yang lebih gersang. Kita adalah kemungkinan; yang tidak mungkin.

BAHAGIA

Gambar
Kita selalu berpikir bahwa hidup hanya jalan menuju kebahagiaan. Lalu kita melakukan segala cara untuk sampai pada suatu titik; yang kita sangka adalah akhir dari segalanya. Kita terperdaya dengan bahagia yang hanya ada diujung sana. Entah di belahan bumi mana, atau pada detik keberapa; kita benar-benar merasa bahagia? Lalu, kita habiskan waktu dengan mengutuki hari-hari penuh luka. Padahal, saat kita diberi kesempatan membuka mata, itulah sebenarnya kesempatan berbahagia. Kita bisa ciptakan momen-momen bahagia itu sambil terus menjalani hidup; tanpa harus menunggu suatu saat nanti. Kita hiasi segalanya dengan harapan dan senyum terbaik. Izinkan bahagia datang mengisi setiap lembaran hidup kita; hari ke hari, waktu ke waktu. Jadikan segala kepedihan itu sosok tamu yang berkunjung, bukan tuan rumah yang agung. Kita akan terus hidup, sampai akhir usia;  bukan hanya sampai kita berbahagia. Maka,  Berbahagialah kita,..

FAITH AND COURAGE

Gambar
Saat manusia ditanya tentang iman, a da 3 hal yang mesti dilakukan: Meyakini dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. Ketika datang suatu masa; saat iman dipertanyakan dalam masa-masa sulit.  Siapakah yang beriman? Majulah, tumpas segala kedzoliman. Siapakah yang beriman? Mundurlah, mari ciptakan perdamaian. Lalu pada langkah kesekian, keimanan disalahartikan. Seketika iman dengan iman berselisih. Satu sama lain membentuk aliansi. Perpecahan terjadi karena iman tidak punya teman ; keberanian. Keberanian untuk maju dan keberanian untuk mundur.  Keduanya bertahan pada titik kepercayaan masing-masing.  Hingga suatu masa, iman dan keberanian berpadu. Mencapai titik temu dalam diri seorang insan. Ia berlaku dalam bentuk hati, lisan, dan perbuatan. Dengan pupuk keberanian, ia maju menumpas segala kedzoliman. Segera, tanpa menunda. Sendiri, atau bersama. Menderita, atau bahagia. Karena Iman saja tidak cukup untuk membangun sebuah peradaban....

ASA(P) -As soon as possible-

Gambar
Deru angin menyapu jejak langkahmu. Menerbangkan sebongkah angan dibalik ruang mimpi. Temaram kabut asa merenda kelam di pelupuk mata. Dan aku sang pemilik asa yang jatuh dalam dugaan kekeliruan. Sang Maha Berkuasa adalah pemilih semua yang terpilih. Sedang waktu mulai tak bersahabat menuntun kelelahan menuju kematian. Kutawarkan secangkir embun pada rumput di pagi buta. Namun langit masih enggan menjawab. Padahal, aku hanya debu yang ingin menjadi gurun.

MEMORY

Gambar
Hidup adalah rangkaian cerita yang kita tulis sendiri. Baik itu tentang alam, persahabatan dan juga cinta. Semua akan menjadi memoar dan tersimpan di dalam museum kenangan. Ada duka yang menyapa, ada bahagia yang hadir ; menyelimuti cita, mimpi dan harapan. Saat aroma perpisahan menyebar dalam ruang ketidakberdayaan. Ia masih tetap tinggal, abadi dalam kenangan. Padanya tertulis dan terlukis segala kejadian. Hingga  suatu masa, kita lupa. Semua adalah bagian dari rencana-Nya.  

SABDA RINDU

Gambar
Pada pagi yang mengembun, sampaikan sabda rindu yang tersekat. Agar temu dapat kusegerakan. Kita, Terapung dalam arus ketidakberdayaan;  arus-arus harapan yang tak dapat dihentikan. Lalu,  kepercayaan terhadap takdir Tuhan, m elepaskan belenggu keputusasaan yang diam-diam melingkari perasaan. Percaya, Takdir akan mempersatukan kepingan rindu yang berceceran; di dalam langkah kaki yang saling bertaut. Kini, Ia dalam gulita perjalanan. Memantaskan diri menjadi paling suci. Mengumpulkan serpihan-serpihan  kenangan yang berserakan. Menikmati setiap detik yang berjalan; dari Rindu yang tak pernah hilang.

RETORIKA

Gambar
WAKTU  menghitung duri-duri pada setangkai mawar yang  kuawetkan.  Ramai membisukan kata kata. Kuasa-Nya bisa saja menghentikan degup kita, pasti! Mungkin aku, apalagi kamu. Ada sunyi yang berbisik. "Dengarkan aku, dengar maksudku, kau tak mampu melihatnya, cukup dengar saja. Bukan telingamu, tapi rasamu. Seringkali aksara kehabisan kata. Menjelma wajah tanpa ekspresi. Seribu tanya datang membaca tumpukan tulisan-tulisan tua. Pada beberapa carik kertas yang mulai tampak lusuh. Aku mengumpulkan tanya, dan menyelesaikan jawabanku sendiri.

BUKAN UNTUK GHOUTA

Gambar
Kehidupan adalah perpustakaan nyata dari Sang Pencipta. Mulai dari  pokok kayu hingga bebijian yang tumbuh dari rahim alam. Menyiratkan cerita tentang negri suci yang tersiksa jua menderita.  Hancur, luluh lantak oleh tangan penguasa tak utuh nuraninya. Bombardir, gas beracun, dan darah-darah adalah makanan mereka. Suara-suara tak berdosa dan jeritan yang hampir binasa menyamarkan dahsyatnya ledakan demi ledakan. Samar-samar mereka menatap langit, gemetar mereka menginjak bumi, sedang bau harum darah syahid  menyelimuti malam-malam mereka yang panjang. Mereka menjadi saksi kesenangan kalian diatas bumi yang disuburkan Robb kami.   Bayi-bayi yang seharusnya meneguk Asi, terhimpit besi-besi karna ibunya yang telah mati.

Jalan Pulang

Gambar
Laksana kerdil kumelihat batas langit Kemana ku akan pulang? Teringat sepenggal kisah masa silam, kala Sang Rasul menuju perpulangan “Ummati, Ummati, Ummati"  Pintu-pintu langit terbuk,  para malaikatpun telah siap menyambut kedatangan Ruhnya, lalu terciumlah wewangian surga. Wahai seorang kekasih. Kami merindui, kami menta'ati. Sejak kepulanganmu, kami didzolimi. ❤